Pohon Jambu Air Si Pohon Penyejuk...


Pohon jambu air depan rumah
     Tinggal di kompleks SUPM Neg. Pariaman yg berjarak kurang lebih 100 meter dari pantai membuatku selalu mendengar deburan ombak dan melihat birunya laut.  Tapi namanya tinggal di pesisir pantai tidak kebayang panasnya.

     Sebelum pindah di rumah sekarang sih tidak ada masalah urusan kegerahan akibat teriknya matahari, karena rumah yg dulu di kelilingi oleh pohon jati dan pohon sawit.  Masalah baru muncul saat kami harus pindah ke rumah yg sekarang, walaupun rumah yg sekarang ukurannya lebih besar dari yg dulu tapi kalau soal adem masih lebih adem rumah yang dulu.

     Tapi, jangan salah rumahku yang sekarang tidak seberapa panas dibanding rumah2 tetanggaku yang lain.  Sebabnya karena di depan  rumahku ada pohon jambu air yang sudah agak berumur.


Tempatku nongkrong dengan tetangga
     Jika di dalam rumah terasa panas, maka aku akan duduk2 dibawah pohon jambu air itu.  Angin sepoi - sepoi langsung menyejukkan tubuh yang kegerahan, apalagi jika ada kawan ngobrol akan semakin mengasyikkan menghabiskan waktu di bawah pohon jambu air tsb.

     Jambu air merupakan tumbuhan dalam  suku jambu – jambuan atau dalam bahasa latinnya Myrtaceae, tanaman ini merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara.  Jambu air merupakan tanaman perdu, dengan batang yang bercabang – cabang dan berbengkok – bengkok, kadang – kadang gemangnya mencapai 50 m.  Pohon jambu air dapat mencapai tinggi 3 sampai 10 meter.  Helaian daunnya berbentuk jantung jorong sampai bundar telur terbalik lonjong, jika helaian daunnya diremas tidak atau mengeluarkan sedikit bau yang aromatis.  Daging buahnya berwarna putih, mengandung banyak air, hampir tidak beraroma, berasa asam atau asam manis bahkan sepat, biji berukuran kecil dengan jumlah 1 – 6 dalam setiap butirnya.

     Jambu air ini adalah merupakan buah meja yang sangat enak dimakan segar, dibuat rujak, setup buah ataupun asinan. Batang pohonnya bisa dijadikan sebagai bahan bangunan asalkan tidak kena tanah, tapi ukurannya sangat kecil.  Selain itu bisa dijadikan sebagai bahan kayu bakar.  Sementara daunnya bisa dijadikan sebagai pembungkus tape ketan, utamanya di daerah Kuningan (sumber : www.wikipedia.org).

     Walupun banyak manfaatnya, sebenarnya pohon jambu air di depan rumahku ini sudah berapa kali kuminta ditebang, karena daun - daunnya harus selalu disapu setiap hari, belum  kalau berbuah kelelawar sering mengambil buahnya, dan menjatuhkannya ke atap rumah, alhasil bikin seisi rumah kaget dan mengira rumah ada yang melempar.  Bikin bete.

     Selain itu jika berbuah, pohon  ini sangat menggugah selera orang - orang yg lewat, karena buahnya yang berwarna merah.  Kalau tetangga yg  mengambil tidak masalah karena pohon jambu  ini memang bukan aku ataupun suami yang nanam tapi sdh ada sejak dulu kala, jadi silahkan saja kalau  mau diambil, tokh kalau mereka rujakan selalu ngirim ke aku juga.  Yang menjadi masalah  jika anak - anak yang ngambil sambil melempar buahnya dan mengotori halaman, bikin tandukku berdiri.  Mending kalau habis ngambil buahnya halaman disapu lagi, ini malah ditinggalin begitu saja, otomatis aku harus menyapu halaman lagi khan.  Siapa yang tidak kesal tingkat samudera nusantara ;-)

     Tapi, setiap kuusulkan untuk ditebang pasti suamiku selalu bilang, kalau pohon jambu air itu adalah pohon penyejuk kita.  Coba kalau pohonnya kita tebang, apa kuat kita di dalam rumah.  Betul juga sih.
Tempat tetanggaku dengan keluarganya bercengkrama

     Apalagi tetangga samping rumah pasti menentang banget kalau tuh  pohon ditebang, karena mereka sekeluarga sering banget duduk di bawah pohon itu sekedar bercengkrama dgn keluarganya.  Rumah kami memang berbentuk kapel jadi otomatis halaman kami hanya dipisahkan oleh pagar pembatas, mereka membuat tempat duduk santai tepat di bawah pohon.

     Yah, jadilah sampe sekarang tdk ditebang karena kami menganggap bahwa pohon itu adalah pohon penyejuk dan penghangat silaturrahmi dgn para tetangga.  Berbagi tidak harus memberi materi kepada orang lain dalam bentuk uang, tapi membagi rasa adem juga adalah salah satu cara untuk membuat orang bahagia.  Tokh, setelah difikir - fikir pohon jambu air ini lebih banyak manfaatnya dibanding mudharatnya, jadi kenapa harus ditebang.

Aku dan si pohon jambu air
     Harapanku semoga si pohon jambu air ini terus memberikan kesejukan bagi rumah kami dan rumah tetangga sampai kami harus meninggalkan rumah ini kelak, jika di mutasi ke daerah lain, Aamiin.




Salam Cinta ^_^
=======================

10 comments:

Ika Hardiyan Aksari

Semoga bertemu jambu air lagi kalau pindah ya mbak?

Lozz Akbar

Pohon jambu air sekarang juga jarang ditemui mbak..

sukses lombanya ya

yunarty itu aty_bidam

@ mba Ika...semoga y mba, pohon jambu air adalah pohon penyejuk :D

@ mas Lozz Akbar...masa sih, di seputar Pariaman kulihat msh banyak...makasih yagh mas...

rahmah

keren Pohon Jambu-nya :)

Hanna HM Zwan

disamping rumah ibu saya ada pohon jambu air,sejuk kalo duduk disitu,,,silir2... :D
sukses GA nya mbkkk

Mugniar

Iya dong, jangan ditebang ... :)

Moga menang yaa :)

myra anastasia

ngebayangin duduk di bawah pohon itu kayaknya adem

Ade Anita

iya Aty jangan ditebang karena beda sih berteduh di bawah pohon sma berteduh di bawah payung lebar atau tenda atau pergola rumah yang dipannjangin... pohonnya kan selain berteduh juga ngiri oksigen ke kita di siang hari makanya adem dan bikin ngantuk. Tambah aja pohonnya biar banyak pohon jadi ada sumbangan oksigen untuk bumi kita ini.

Santi Dewi

Pohon jambu air memang kalo berbuah sangat mengotori, tapi buahnya enak buat dibikin rujak :)

yunarty itu aty_bidam

@ mba rahma..pohon jambux yg keren y mba, bukannya modelnya gt, hehehehe :D

@ mba Hanna...yagh, sejuk banget...maksih yagh mba :D

@ kk niar...iya kak, trims :D

@ mak Myra...adem banget mba, t4 bermain anak tetangga juga nie dsini :D

@ mba Ade...iya mba g ditebang kok, di sini pohonx banyak banget mba utamax pohon mangga, dulu sblm membangun bbrp sarana olahraga, pohon rambutan dan jati pun ada...

@ mba Santi...iya mba, buahx jadi primadona lho, hehehehe :D