renungan siang hari


-->
Terharu aku menerima sebuah hasil print2an dari birkaham…..hehehe ….maunya begitulah setiap ummat muslim memberikan sikap terhadap sesama muslim…bukannya memberikan kata – kata yang kesannya memberikan cemooh….
Awalnya hasil print2an si ustadz yang jidatnya udah makin menghitam hampir senada dengan warna kulitnya dgn perut buncitnya itu…..hehehehe J…piss pak ustadz…..kukira do’a untuk dirinya sendiri ternyata setelah ditelaah secara mendalam dan dikaji lebih jauh lagi…..*wkakakakakak sok peneliti*, do’a itu untuk aku masalahnya do’a itu kan merujuk pada nabi Zakariyah….kalo yg tau sejarah nabi Zakariyah pasti ngerti maksudku….^_*
Sudah lama barangkali kami hidup berdua, banyak memang yang mengusik, banyak yang mengeluarkan kata – kata yang menurutku kalo sekali dua kali diucapkan tidak masalah tapi kalo sudah ratusan kali bahkan lebih…hitung ajah kalo usia pernikahan sudah jalan 4 tahun n pokok bahasannya itu2 ajah terus, bayangin ajah dah hampir 1500 hari itu ajah pokok bahasannya….siapa yang gak bosan….kalo aku anak kecil dah kutonjok mungkin muka orang – orang itu….sabar….kalo tokh itu sebuah motivasi bukan begitu caranya tapi memberikan masukan – masukan dan saran – saran ato gak usah dibahas bayangin ajah sampai sejauh ini kami mampu bersabar, padahal yang menjalani hidup ini kami bukan mereka…..**
Kadang sering kesal n nangis sendiri, tapi kalo kulihat bahwa banyak orang yang punya masalah seperti aku bahkan lebih mereka mampu kok menghadapi semua itu, justru lebih tabah, lebih tegar, lebih sabar, kenapa aku tidak bisa menghadapinya, tokh Tuhan tidak akan memberikan cobaan pada ummat-Nya melebihi batas kemampuannya, berarti jika Tuhan memberikan ujian ini pada ku berarti Tuhan memilihku bahwa aku mampu menghadapi semua ini….
Terkadang aku heran, apakah setiap keberhasilan sebuah pernikahan hanya dapat diukur dari mampu tidaknya seseorang menghamili istrinya atau bisa melahirkan anak padahal hakekatnya sebenarnya bukan seperti itu keberhasilan dalam pernikahan jika kita mampu melewati semua cobaan yang diberikan oleh Tuhan, kita mampu membahagiakan pasangan dan anak2, anak2 menjadi orang yang berguna…bukan menikah punya anak habis itu anak “diterlantarkan” begitu saja, maksud diterlantarkan dalam tanda kutip ini bukan anak di buang atau semacamnya, tapi anak dididik dengan cara dimanja, mengikuti semua keinginannya atokah sang anak berkata kotor malah bapaknya bangga, bukan itu intinya….punya anak bukan berarti kita dikasih kado, anak itu titipan Tuhan yang sewaktu – waktu akan diambil oleh-Nya sehingga seorang anak memang mesti dilatih untuk mandiri.
Banyak orang yang telah dikaruniai banyak anak tapi tidak mampu bersyukur dengan apa yang telah diterimanya….justru mereka malah menjudge orang – orang yang disekelilingnya kalo gak punya anak, diomongin begini dan begitu….kalo aku memang tidak diberi karunia itu kenapa????apakah aku harus berteriak – teriak memarahi Tuhan atokah menangis darah sejadi – jadinya, ato yang paling ekstrem mesti ganti suami…hey bapak2 dan ibu2 ganti suami tidak sesimple mengganti baju….ato aku harus mencarikan istri buat suamiku…apa ada yang sanggup seperti itu dijaman seperti ini….jangankan nyariin suami ada yang comment gak jelas ato yang sms suamiku aku bisa ngamuk…jadi cukuplah kami berusaha dan berdo’a setelah semua kami lakukan selebihnya adalah pekerjaan Tuhan, kita hanya manusia yang Cuma bisa berencana….^^
Buat aku….menjalani hidup ini tidak selalu sesempurna orang sekeliling kita, bisa jadi kami hanya berdua untuk selamanya tapi barangkali kami lebih bahagia dibanding semua pasangan yang telah dikaruniai anak karena kami bersyukur dengan semua rejeki yang diberikan oleh Allah Swt…. Barangkali kami pun bohong jika kami tak ingin punya momongan, kami tak munafik kami juga ingin tapi jika Tuhan tidak mengijinkan, sebagai manusia kami bisa apa, sementara usaha dan do’a telah kami lakukan –walaupun mungkin usaha dan do’a kami belum maksimal– tapi harapan itu pasti ada, karena kami percaya setiap do’a itu ada yang langsung dikabulkan oleh Tuhan, ada yang ditunda pengabulannya ato ada yang akan segera dikabulkan setelah diakhirat nanti….
Cukup sudah kalian membuatku bersedih ato kesal, kalo masalah penerus klan KARURUKAN kalian ndak perlu repot memikirkannya, cukup itu berada di ruang privacy kami, karena ocehan kalian itu tidak akan pernah berhenti diseputar ini saja karena setelah punya anak, pasti ada ajah yang jadi guncingan tentang anak yang gak pernah dikasih makanlah, anak yang jeleklah ato jika Tuhan memberikan seorang anak yang berkebutuhan khusus, pasti tak putus – putus karena setiap orang yang ada disekelilingku ini sepertinya sifatnya sama “SUSAH MELIHAT YANG SENANG DAN SENANG MELIHAT YANG SUSAH”….jiahhhhhh….SMS dong….hehehehehe J… tapi tidak semuanya masih banyak kok yang baik, member banyak saran, inspirasi dan motivataor buatku….^_^
Dan jika memang anugerah itu tidak diberikan padaku….tolong yagh jangan aku sering dicemooh dengan tatapan menghina ato berkata pedes bin sadis karena aku juga punya perasaan…boleh jadi semuanya aku lawan dengan kata – kata, tapi tidak ada orang yang tahu sepulang aku ke rumah betapa SAKITNYA hatiku mendengar semua ocehan – ocehan yang tidak penting itu….jadi untuk yang masih punya hati tolong yagh jangan lagi pernah berkata apapun tentang keadaanku walaupun sebenarnya hanya berniat untuk bercanda….sekali dua kali itu biasa tapi kalo sudah berulang kali itu bukan lagi hal biasa tapi hanya ingin menjatuhkan keyakinan dan rasa percaya diriku….^^
Sobat, aku masih percaya bahwa Tuhan telah membuat rencana yang paling baik buatku….kelak di masa depan….kalo kami mampu bersabar….kenapa anda tidak mampu padahal yang menjalaninya itu adalah aku…..
Wagh, sudah cukup panjang sepertinya….rasanya sudah cukup sekian celoteh di 1 Juni ini saatnya menuju kantor utama, membubuhkan tanda tangan ditempat yang sesungguhnya….gajiannnn euyyyy……^_^


Salam
Aty J

0 comments: