SEPONDOK DUA CINTA

-->
Sepondok Dua Cinta
Ingatan kita mungkin masih segar tentang film dengan judul “ Sepondok Dua Cinta”, film yang dibintangi Marissa Haque dan Ikang Fauzi, tapi kali ini aku tidak akan menceritakan tentang synopsis film tersebut karena tak ada kaitannya, judulnya boleh sama tapi alur ceritanya belum tentu sama, karena yang akan kukisahkan ini adalah sebuah kisah nyata yang pernah kulihat sendiri karena terjadi di lingkungan keluarga aku sendiri, tapi mungkin terjadi di lingkungan anda juga, aku, kamu, anda dan kita sekalian hanya bisa mengambil makna dari cerita ini…..
Kasih yang Terbagi
Judulnya dangdut banget yagh….tapi tak mengapa terkadang lagu memang membawa inspirasi sendiri – sendiri buat penikmatnya…..
Kisah ini dimulai beberapa tahun silam saat banyak laki – laki beranggapan bahwa memiliki istri lebih dari satu menunjukkan kehebatannya, keperkasaannya bahkan kekuatannya sebagai seorang laki – laki, hmmm…..betapa sempitnya pikiran lelaki pada jaman itu…..
Awalnya sang lelaki memberikan janji – janji yang begitu indah mengahantarkan sang perempuan terbang hingga ke awang – awing, dirayu, digombal, terbujuk dan akhirnya jatuh dalam rayuan gombal lelaki dan akhirnya mengiyakan rayuan gombalnya untuk mengantarnya ke lembaga yang dinamakan pernikahan.  Lembaga yang mendengung – dengungkan kesetiaan, keharmonisan dan kebahagiaan, nampaknya tidak berlaku dalam kisah ini, kenapa???????? Anak pertama baru lahir sang suami sudah menikah lagi dengan yang lain entah dengan alasan apa sang istri mengiyakan, dipaksa atau ikhlas, hanya mereka yang tau karena pada saat itu aku masih kecil, belum tau dengan apa yang terjadi….
Sekian tahun berlalu yang kuherankan ada seorang perempuan yang tinggal di rumah saudaraku bersama anak - anaknya tapi kok aku tidak punya hubungan apa – apa dengan mereka….herannnn…..setelah beranjak remaja barulah aku tau kalo perempuan itu adalah istri kedua dari suami saudaraku, tapi yang membuatku heran dan sampe sekarang membuatku sangat bertanya – tanya mereka disatukan dalam satu kamar yang sama untung tempat tidurnya beda, tapi yang membuatku berfikir begitu teganya sang suami menyatukan sang istri pertama dan istri kedua dalam satu kamar, apa suaminya tidak memikirkan perasaan istri pertama ataupun istri keduanya sudah diizinkan menikah, membagi kasih sayangnya dengan yang lain dibuatnya sang istri pertama menderita pula apalagi rumah yang ditempati adalah rumah sang istri pertama, sementara yang kulihat sang suami lebih memperhatikan sang istri kedua, tapi sang istri pertama sepertinya biasa saja dan tegar menghadapinya, tidak ada keluhan sama sekali, tidak pernah berkata tidak untuk suaminya, sanggupkah aku dan perempuan lainnya diperlakukan hal yang sama….sedihnya….!!!!!
Waktu berlalu istri kedua mulai sakit – sakitan mungkin karena perilaku hidupnya yang tidak sehat, setahuku sie istri keduanya perokok berat, tapi aku juga kurang tahu apa penyebab penyakitnya yang pasti sang istri pertama dengan tulus ikhlas merawat sang istri kedua tanpa mengeluh, rela begadang demi merawat sang madu, merawat orang yang telah merampas kebahagiannya, tapi dengan ikhlasnya sang istri pertama merawat hingga istri kedua menutup mata karena penyakitnya…..
Dan akhirnya sekarang mereka hidup berdua ditemani anak – anak dan cucu – cucunya tanpa membedakan ini anak tiri atau bukan, semuanya sama walaupun hidup mereka pas – pasan padahal sebelumnya mereka hidup sangat berkecukupan tapi karena faktor sang suami yang tidak bisa menabung dan mengganggap kerja di perusahaan yang paling bonafid bukan jadi jaminan dan kini terdepak dari pekerjaannya kaarena dia tidak punya skill apa – apa, akhirnya sekarang hidupnya pun banyak bergantung kepada istri, tapi istri pertamanya memang perempuan tangguh, tegar dan sabar…


Kesimpulannya!!!!!!!!
Dari cerita diatas bisa disimpulkan bahwa sosok perempuan tersebut adalah manusia yang sangat sabar karena mampu menerima keadaan dirinya tanpa menuntut apapun baik dari suami maupun pada Tuhan, semua dilakukakn dengan ikhlas tanpa mengharap balasan, baktinya kepada suami dibuktikan dengan mengijinkan sang suamii memadunya dengan yang lain tanpa protes pula, rela merawat orang yang telah merebut orang yang dicintainya tapi sekali lagi perempuan ini ikhlas menolongnya sampe kemiskinan mendera mereka sekeluarga sang perempuan pun masih mau mendampinginya mengarungi hidup bersama…
Baktinya, kesabaran dan keikhlasannya semoga terbayar kelak…..AMIN…..







Salam cinta…..

0 comments: