SAAT SUAMI MINTA NIKAH LAGI.....


Saat suami minta nikah lagi….
Barangkali tak pernah terbayang dibenak kita sebagai perempuan jika ada seorang suami yang kita sayangi, kita cintai sepenuh hati, kita korbankan apapun demi dia, meminta nikah lagi dengan permpuan lain, yang menurut dia lebih cantik, lebih muda ataupun lebih seksi, yang pada kenyataannya memang demikian, kita tak boleh memungkiri bahwa usia kita semakin hari akan semakin tua sehingga bisa membuat suami berpaling dari kita……!!!
Tapi sebelumnya ada hal-hal yang lelaki perlu pertimbangkan sebelum menikah lagi, dari segi perasaan perempuan, coba bertanya pada istrimu, apa dia rela dimadu, sebagian besar istri akan bersuara keras mengatakan tidak, sebagian lagi akan diam seribu bahasa, sebagian lagi akan bilang iya dengan dalih yang macam-macam, tak usahlah disebutkan apa saja dalihnya, yang jelas banyak dan beragam, tergantung akar permasalahan……
Sebagai perempuan jangan langsung panic n histeris karena takut ditinggalkan oleh suami tercinta tapi coba kita cari akar permasalahannya, suami bisa meminta untuk nikah lagi bisa jadi karena kita yang kurang memberi advice, kitakah yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, terlalu ambisi mengejar karir, sibuk mengurusi anak – anak sehingga kita sendiri lupa mengurus diri sendiri yang akhirnya berakibat fatal buat kehidupan pernikahan kita sendiri.  Sehingga sebagai perempuan kita harus memperhatikan hal – hal yang sebetulnya sepele menurut kita tapi bisa menjadi masalah besar kelak contoh sifat malas.  Rasa malas mungkin suatu hal yang manusiawi tapi jangan dipelihara karena hal tersebut bisa mengakibatkan suami merasa jengah juga menghadapinya, di awal pernikahan barangkali suami bisa mentolerirnya tapi lama kelamaan suami bisa bosan juga menghadapi kemalasan yang sudah kita pelihara bahkan kita pupuk jadi jangan heran jika suatu saat suami meminta nikah lagi.
Aku sangat terkesan dengan cerita mbak Asma Nadia  dalam novelnya “ Catatan Hati Seorang Istri “, seorang bapak berucap “ sesungguhnya hanya ada satu alasan lelaki minta nikah lagi, bukan karena menolong, bukan karena kasihan atau yang lain, saya lelaki, dan kalau saya meminta nikah lagi itu murni karena saya menyukai gadis itu, saya jatuh cinta, TITIK “ polos dan ceplas ceplos kan……kalo hal tersebut terjadi pada kita barangkali dunia serasa akan runtuh, orang yang selama ini kita hargai, kita cintai, kita sayangi dan kita korbankan apapun demi dia ingin menduakan kita, ingin membagi cintanya dengan lain, ingin berbagi kasih sayang bahkan berbagi tempat tidur dengan perempuan lain……
Tapi barangkali sebelum meminta untuk menikah lagi hendaknya lelaki perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya anak – anak (jika punya anak), selalunya yang menjadi korban itu adalah anak – anak kita, otomatis yang menjadi korban itu adalah anak – anak, mereka ingin merasakan kasih sayang orang tua secara lengkap, akan sangat berbeda rasanya jika kedua orang tua lengkap tapi mesti membagi kasih sayang dengan yang lain.  Yang kedua perjuangan cinta selama ini yang telah dilalui begitu panjangnya harus dikorbankan hanya untuk perempuan lain yang tiba – tiba masuk dalam kehidupan kita hanya dalam waktu yang singkat merasuki kehidupan rumah tangga kita….enak banget loe……!!!!!!.  Yang ketiga kebahagian dengan istri yang kedua itu belum tentu, karena tidak ada jaminan untuk itu, apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu, hubungan sebelum pernikahan yang sepertinya indah, belum tentu akan terealisasi indah, dan sudah banyak kejadian seperti itu.  Dan yang terakhir sementara luka hati istri pertama itu sudah pasti dan itu akan abadi….( dua alasan yang terakhir dikutip dari Catatan Hati Seorang Istrinya Asma Nadia, dkk).
Untuk itu bagaimana seorang laki – laki akan menelantarkan anak – anaknya dan semua perjalanan cintanya hanya untuk perempuan lain dan bagaimana seorang laki – laki melakukan sebuah tindakan untuk keuntungan yang tidak pasti, dengan mengambil resiko yang kerusakannya sudah pasti dan permanen….( Catatan Hati Seorang Istri Asma Nadia, dkk ).
Tapi bagaiman jika hal tersebut terjadi pada kita sebagai perembuan janganlah kita menjadi perempuan yang lemah, kita perlu mempersiapkan amunisi – amunisi dengan jalan meningkatkan keterampilan kita yang apabila hal ini terjadi kita sudah bisa mengantisipasi karena kita sudah memiliki keterampilan sendiri yang kelak bisa kita gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa menggantungkan harapan pada orang lain.
Pesan terakhir untuk perempuan – perempuan Indonesia, sebaiknya cintai suami anda sepenuh hati dan apa adanya, tingkatkan pelayanan kepada suami dengan cara menghormati, menghargai dan berbakti kepada suami jangan lupa percantik hati dan diri anda niscaya suami tidak akan meminta untuk menikah lagi. 

Pariaman yang sepi,
Berharap semoga bermanfaat……


0 comments: